Menemukan Sinar-Mu di Malam Tergelapku

        



    Menelusuri jalan tanpa adanya cahaya yang menyinari membuatku kesulitan menemukan pintu keluar. Tidak ada sinar rembulan yang biasanya menuntun. Sungguh, malam ini amat dingin. Kerap kali aku terjatuh dan masuk ke dalam jurang yang dalam. Aku berusaha bangkit dan naik kembali untuk tetap ke jalan yang benar, walaupun kesulitan dan meraba-raba. Apakah jalan ini benar?

        Berulang kali aku terjatuh dan menjerit minta tolong. Siapakah yang dapat mendengar jeritanku? Air mata menjadi saksi bisu atas jeritan yang bergema dalam jurang yang dalam ini. Jurang ini sangat menakutkan; bayang-bayang tangan seolah mendekapku dan mengajakku untuk tinggal lebih lama. Jurang semakin gelap, mereka tersenyum karena aku tidak berhasil naik. Aku menangis. Dadaku berdentum cukup keras. Berulang-ulang kali aku menjerit minta tolong kepada siapa pun di atas sana, tetapi tidak ada yang mendengar jeritanku?

        Syukurlah, Engkau mendengar jeritanku ini. Aku takut karena mereka terus menggangguku. Syukurlah Engkau suka mengampuni, Engkau mendengar jeritanku, Engkau berusaha mencari jeritan kecilku dan menemukan diriku yang tidak berdaya lagi. Aku dibelenggu oleh dosa-dosa yang telah kuperbuat, karena itu aku kesulitan untuk naik.

        Sinar-Mu membinasakan kegelapan dan menghapus segala dosaku. Hatiku menantikan Engkau, lebih dari penjaga menantikan fajar. Dengan rela Engkau turun dan menopangku keluar dari jurang yang dingin ini. Sinar-Mu sungguh menyilaukan; bahkan mereka yang tersenyum kepadaku tunduk kepada-Mu dan memohon belaskasihan karena telah menggangguku. Engkau adil dan luhur, Engkau membinasakan mereka karena telah membelenggu dan menganiayaku dalam jurang itu.

        Pada hari ketiga, Engkau telah mengalahkan maut dan membinasakan gelapnya kubur. Sekarang, Engkau mendengar jeritanku dan menolongku keluar dari jurang ini. Hatiku penuh dengan kebahagiaan. Aku bersyukur kepada-Mu dan akan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya, sebab kasih setia-Mu berlimpah terhadapku dan kepada siapa saja yang percaya kepada-Mu. Aku akan hidup setia dan takwa dengan sebulat hati, karena Engkau telah melepaskan daku dari jurang ini.

        Sekarang aku dapat melihat jalan itu, karena Engkau di sisiku. Aku bersorak gembira dan hendak menyerukan pujian bagi-Mu. Engkau berkata kepadaku “Pergilah dan beritahukan ke seluruh dunia bahwa anak domba sejati telah dikurbankan dan menjadi pemenang yang unggul dari kubur-Nya”.

Kini, jurang itu tak lagi menakutkan, karena fajar telah tiba.

ALLELUYA!!!

Penulis : Rafael Roberto Triono (TOPANG)

Komentar

Terpopuler